Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bondage

Kisah Perbudakan Ratih - 6

Sebentar dia membungkukkan badan agar dapat dengan hati-hati mengusap kulit di sekitar penjepit pada vaginanya, tapi hal itu menyebabkan gagang penjepit di payudaranya terdorong oleh badan di bawah dadanya. Hal ini menyebabkan jepitan itu terdesak ke atas sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Menyadari hal ini, secara reflek tubuhnya tersentak ke belakang. Namun hal ini justru

Ganasnya nafsu teman lama - 1

Suasana department store yang demikian ramai, dipenuhi orang sedang berbelanja, tiba-tiba seorang wanita menyapa dari belakang. Ternyata temanku saat masih SMP bernama Gemini yang biasa dipanggil Gemi. Tapi sekarang penampilannya sangat aduhai, ia mempunyai tubuh yang indah meski umurnya sama denganku 35 tahun. Lain sekali dengan dulu, kurus, rambutnya pecah2 agak kemerah merahan, mungkin tidak

Ganasnya nafsu teman lama - 2

Gemi menarik tangan saya, mengajak kesuatu ruang yang telah dia booking. Saya masuk bersamanya, setelah pintu dikonci kembali dia langsung duduk di sofa dan langsung memerintah saya: "Sini Dod, jongkok di depan saya..? Saya langsung jongkok dengan muka menghadap dengkulnya dekat sekali. Sambil senyum dia angkat kaki kanannya lalu dia taruh dimuka saya sambil menyuruh: "Dod, buktikan bahwa

Ganasnya nafsu teman lama - 3

Meski terkurung dalam kerangkeng kecil ini, tapi aku dapat melihat sekitarnya di depanku. Tiba2 pintu2 terbuka, masuklah tiga orang wanita. Yang satu aku tahu bahwa itu Liza yang sudah berganti kostum. Gemi muncul dengan gaun longdress tanktop dari bahan cotton hitam dengan membawa sesuatu ditangannya seperti collar. Ketiganya menghampiriku dan membukakan konci kerangkeng dan mengeluarkanku. Aku

Me and My Teacher - 1

Namaku Indra. Sudah hampir sebulan bulan ini aku menjadi budak seks ibu Anna, Ibu guru biologi di sekolahku. Dengan bermodalkan foto-foto diriku (baca "My Teacher"), dia membuatku menuruti semua perintahnya. Setiap harinya kecuali hari rabu dimana ibu Anna mengajar praktikum biologi, aku diharuskan datang ke rumahnya, tidak boleh lewat dari jam satu siang. Jam pulang sekolah adalah jam 12:30,

Me and My Teacher - 2

Hari itu hari sabtu. Dengan gelisah aku berkali-kali melihat ke jam dinding, sudah jam 12 lewat 40 menit tapi Pak Rudi (Kepala Sekolah) masih dengan semangatnya menerangkan tentang rencana study lapangan selama tiga hari yang akan diadakan di luar kota bulan depan. Yang membuatku gelisah adalah entah kenapa hari itu tanpa sengaja aku meninggalkan kunci rumah ibu Anna yang dipercayakannya padaku.

Me and My Teacher - 3

Ruangan itu besarnya sekitar 5X10 meter, seluruhnya tertutup karpet tebal berwarna biru dan di ruangan itu terdapat beberapa cermin persegi yang berukuran besar sedangkan temboknya bercat hitam. Kesan pertamaku setelah memasuki ruangan ini adalah panas dan pengap, entah apa penyebabnya. Bisa dibilang tidak terdapat apa-apa diruangan itu, hanya beberapa alat yang tidak kuketahui kegunaannya yang

Me and My Teacher - 4

Ibu Anna kemudian membawaku masuk ke dalam kamar tidurnya. Secara sekilas aku sempat melirik ke jam dinding yang terdapat di ruangan itu, yang ternyata baru menunjukan pukul 8 malam, padahal sebelumnya kupikir saat ini sudah hampir tengah malam. Dengan setengah menyeret, ibu Anna kemudian membawaku ke dalam kamar mandi yang terdapat di dalam ruangan itu. Kemudian aku perintahkan untuk duduk di

Me and My Teacher - 5

Dapat kulihat senyum puas ibu Anna melihat wajah menderitaku. Dalam sekejab aku merasakan sudah tidak mempunyai harga diri lagi setelah ibu Anna memperlakukanku demikian, namun dalam hati aku memohon agar ibu Anna tidak mempunyai pikiran untuk memasukan seluruh bagian penis itu. Aku kemudian melihat tangan ibu Anna mengambil sebuah botol baby oil dan menuangkan isinya ke penisnya serta ke daerah

Me and My Teacher - 6

"Jilat sampai bersih" kata ibu Anna kemudian. Ini adalah hal yang paling tidak kusukai, karena tentu saja sesudah ejakulasi, aku sudah tidak bergairah lagi untuk melakukannya, tapi nampaknya ibu Anna tidak mau tahu, dengan mata melotot ia memandangku yang terlihat sangsi. Penis itu terlihat bersih, aku sendiri heran bagai mana mungkin bisa terjadi, mungkin karena enema yang tadi ibu Anna

Misteri Villa forest garden - 1

Para undangan memberi komentar pada acara perkawinan Danny & Lia (D & L) yang mewah itu. D & L sungguh merupakan pasangan ideal. Yang satu nampak sebagai pria tampan, penuh percaya diri serta menunjukkan masa depannya yang cerah sebagai seorang profesional yang mandiri. Yang satunya adalah wanita yang sangat cantik dan sensual, ramah dan luwes disamping cerdas dan sangat berbakat dalam pergaulan

Misteri Villa forest garden - 2

Kemudian menyusul gedoran lagi dan gedoran yang semakin kasar lagi. Dengan gemetar dan ketakutan yang hebat kedua pengantin pria dan wanita itu serta merta menarik selimut seakan dapat bersembunyi sambil menutupi ketelanjangannya. Dan akhirnya terdengar tendangan-tendangan yang sangat kuat. Pintu kamar tidur itu jebol. Daun pintunya terbanting ke lantai dengan mengeluarkan suara yang sangat keras

Misteri Villa forest garden - 3

Tapi kini Danny tidak lagi berada di kamar ini. Yang nampak kini adalah Pedro dan Tory yang sama-sama telah berbugil ria. Dan kontol-kontol mereka itu, kenapa mata Lia dibuatnya sangat terpesona? Kontol-kontol itu tegak ngaceng dengan kokoh dan tegarnya. Lia berpikir akankah mereka juga akan seperti Danny? Menempelkan atau menusukkan kontol-kontol yang luar biasa itu ke bibir vaginanya? Akankah

Misteri Villa forest garden - 4

Untung saja Tory tahu.., Tory yang telah 55 tahun itu tahu reaksi perempuan yang kehausan saat menerima jilatan, sedotan, sentuhan lidah maupun bibir atau sodokan kontol. Dia tahu bagaimana desakan birahi akan membuat tenggorokannya mengering dan seorang perempuan akan meminta agar secepatnya dilumat bibirnya untuk dapat menyedot ludah lelaki yang menyetubuhinya dan secepatnya kemaluannya

Misteri Villa forest garden - 5

Dan malam ini Danny siap melaksanakan tugas dan membantu istrinya hingga para tamunya benar-benar mendapatkan kepuasan lahir batin. Pedro dan Tory datang. Seperti biasanya mereka datang hanya dengan celana dalam. Nampak tubuh-tubuh mereka yang sangat kokoh, berotot dan tentu saja indah. Lia serta merta menyambut mereka. Lia berada di tengah-tengah mereka, menggayut pinggang mereka dengan manja

Misteri Villa forest garden - 6

Kembali Lia mengaduh dan merintih merasakan pedih dan rasa panas yang sangat tak terperikan pada lubang duburnya. Kontol Pedro yang terus mengocok-ngocok lubang itu sama sekali tak mengendorkan serangannya barang sedikit pun. Semakin keras rintihan yang kemudian disusul tangisan dari mulut Lia, semakin beringas pula Pedro menusukkan kontolnya ke dubur Lia. Hingga akhirnya Lia kembali pingsan. Dan

Budak pemuasku - 1

Saya adalah seorang wanita, single dan telah 8 tahun bekerja di sebuah perusahaan multi national yang terkenal, mungkin para pembaca mengetahui sebagai pekerja apalagi di sebuah perusahaan yang besar, karir kita tidak akan pernah mencapai posisi puncak, tentunya posisi ini biasanya diisi oleh seorang Expat yang ditunjuk langsung oleh headquarters yang bertempat di luar negeri. Selama 8 tahun

Budak pemuasku - 2

Setelah semua formalitas tersebut dibicarakan dan di sepakati, akhirnya tibalah saatnya untuk saya menikmati budak sex baru yang saya recruit. Kami berjanji untuk bertemu di sebuah hotel di Jakarta di waktu jam kerja, setelah makan siang sampai sore hari. Saya menuliskan instruksi instruksi untuk persiapan apa saja yang harus disediakan pada saat pertemuan tersebut melalui SMS dan email. Saya

Budak pemuasku - 3

Tangannya satu persatu dengan lembut membuka kancing blouse saya. Kelihatannya dia sangat menyukai badan saya yang mulus dan wangi, terlihat penisnya mulai berdiri dan menganguk angguk kesenangan. Setelah saya telanjang bulat dan semua pakaian saya tergantung dengan rapi di lemari, saya menyuruh dia untuk nungging di atas ranjang dengan kaki terbuka dan tangan ke belakang. Kemudian saya kenakan

Diperbudak seorang Nyonya

Aku adalah seorang mahasiswa semester akhir. Sejak berusia 16 tahun aku merasakan bahwa aku mempunyai perilaku seks yang menyimpang. Sebagai laki-laki, aku justru lebih suka untuk didominasi oleh wanita. Aku sering membayangkan suatu keadaan dimana aku dicaci, dihina, direndahkan, dan disiksa secara sadis oleh seorang wanita. Saat aku menginjak semester delapan, aku mendaftarkan diri pada sebuah