Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sedarah

Saudara tiri - 1

Sebelum aku cerita, kenalkan dulu namaku Ben. Ceritaku ini dimulai, waktu aku SMA kelas 3, waktu itu aku baru sebulan tinggal sama ayah tiriku. Ibu menikah dengan orang ini karena karena tidak tahan hidup menjanda lama-lama. Yang aku tidak sangka-sangka ternyata ayah tiriku punya 2 anak cewek yang keren dan seksi habis, yang satu sekolahnya sama denganku, namanya Lusi dan yang satunya lagi sudah

Saudara tiri - 2

Aku mulai menjilat-jilat vaginanya yang telah basah sambil tanganku memencet-mencet payudaranya yang semakin keras, terus kuhisap vaginanya dan mulai kumasukkan lidahku untuk mencari-cari klitorisnya."Aach.. achh.." desahnya ketika kutemukan klitorisnya."Ben! kamu pinter banget nemuin itilku, a.. achh.. ahh..""kamu juga makin pinter ngulum 'Beni' kecil," kataku lagi."Ben, kali ini kita tidak usah

Pengorbanan seorang ibu - 5

Beberapa minggu setelah kejadian pertama dengan Basuki, aku telah berpikir. Aku rasa anakku yang kedua, Banu, juga harus mendapatkan jatah seperti kedua saudaranya. Tidak adil rasanya jika dia tidak mendapatkannya. Lagipula, semua yang aku lakukan sudah telanjur jauh. Mengapa tidak aku teruskan saja. Hanya saja aku belum mendapatkan cara yang tepat untuk meminta anakku Banu. Mungkin aku sudah

Pengorbanan seorang ibu - 6

Banu mendekatkan kedua tangannya ke pahaku lalu menarik celana dalamku ke bawah. Aku mengangkat pantatku sedikit untuk memudahkan dirinya menelanjangiku. Tak sampai hitungan menit, celana dalamku sudah lepas dari tubuhku. Kini kami berdua sudah dalam keadaan telanjang bulat. Sekarang Banu benar-benar terpana melihat pemandangan paling indah yang tidak pernah dilihat atau bahkan diimpikan

Pengorbanan seorang ibu - 2

Bahkan, aku hanya mendesah "Jangan, mas" ketika merasakan jemari Jamal mulai meremasi payudaraku yang masih menantang ini. Namun aku tak berusaha memberontak. Toh Jamal hanya meremas dari luar, pikirku. Sementara bibir pria itu terus melumati bibirku. Tangan itu terus bergerilya, satu persatu kancing bajuku dilepasnya."Jangan, mas" Desisku lagi tanpa menolak dengan serius.Toh, aku masih pakai BH,

Pengorbanan seorang ibu - 3

Ingatannya saat bagaimana dia meremas tetek ibunya tadi membuatnya berani menarik ke bawah selimut yang menutupi punggung mulus itu. Perlahan punggung itu sekarang terbuka sampai ke pinggang dan otomatis pasti bagian depannya pun terbuka polos pula. Teringat bagaimana tadi ia memeluk ibunya, perlahan Bari melingkarkan tangan memeluk ibunya dan merapatkan zakar ke pantatnya. Kulit dadanya bertemu

Pengorbanan seorang ibu - 4

Sampai di suatu pagi sekitar jam 6 pagi Surti merasa tubuhnya sedang digerayangi Bari, padahal ia merasa masih sangat mengantuk setelah semalaman bertempur seru sampai dini hari. Dibiarkannya Bari merenggangkan pahanya dan untuk kesekian kalinya menelusupkan zakar tegangnya lalu mulai mengocoknya. Keras, cepat dan semakin cepat seperti terburu-buru Bari mengayun pantatnya. Ia ingin menyalurkan

Pengorbanan seorang ibu - 1

Bagian pertama kisah ini dimulai ketika jam dua siang itu aku, Surti, meninggalkan pasar sambil membawa bungkusan isi dagangan batik, menuju ke hotel Melati. Pegawai hotel yang sudah mengenalku segera mengantar ke kamar Mas Jamal, langgananku pijat. Sudah tiga bulan ini selain jualan batik aku juga berusaha menambah penghasilan dengan menjadi juru pijat. Aku mengikuti jejak rekan seprofesi yang

Nina kakak iparku - 2

Kutenangkan pikiranku, kerebahkan tubuhku diranjang. Perlahan-lahan pikiranku mulai tenang, dan akupun tertidur. Pukul 11.00 WIB, aku terbangun setengah kaget dan perut kelaparan. Kucari-cari makanan di dapur, rupanya isteriku tidak masak. Lalu aku ke belakang, ke rumah kakakku. Kuambil nasi, seperti biasa kalau isteriku tidak masak, aku dan anakku selalu menumpang makan di tempat kakakku itu.

Pengalaman pertamaku - 1

Aku adalah seorang bujangan dan sekarang bekerja di sebuah perusahaan kecil di daerah Jakarta Barat. Pendidikanku hanya sampai SMA ditambah beberapa kursus ketrampilan. Aku adalah orang awam di komputer dan internet, jadi maafkan aku kalau aku kurang lincah dalam bertutur kata. Umurku sekarang 30 tahun dan belum ada keinginan untuk menikah. Belum adanya keinginan itu berkaitan erat dengan

Pengalaman pertamaku - 2

Selesai berciuman Tante Yok bergerak menggerayangi badanku dan mulai menggerayangi pakaianku. Dengan penuh pengalaman ia membuka kaos tidurku, dan menjerit senang melihat tubuh telanjangku. Lalu dengan lincah pula Tanteku yang montok dan sintal ini membuka celana pendek tidurku, tapi ia tidak membuka celana dalamku. Kini aku seperti Tarzan di hadapannya, hanya dengan sebuah cawat di hadapan

Memuaskan nafsu keponakanku - 1

Minggu lalu, aku sedang berada di kota Surabaya. Aku datang untuk mengantarkan konsultan ke kantor cabang perusahaan kami di kota itu. Seperti yang telah aku ceritakan sebelumnya, perusahaanku sedang melakukan implementasi software baru. Disamping memperkenalkan sistim dan prosedur kerja yang baru, si konsultan juga mengadakan training kepada karyawan kantor cabang tersebut.Surabaya masih tetap

Memuaskan nafsu keponakanku - 2

Sore itu aku sedang menonton TV di kamar hotelku, ketika telepon berbunyi. Kuraih pesawat telepon yang terletak di meja samping ranjangku."Hallo Oom Robert. Ini Andi. Apa kabar?""Baik. Kamu sendiri bagaimana?""Lumayan. Kemarin Lolita cerita kalau ketemu dengan Oom di Tunjungan Plaza ya?"Kamipun lalu berbasa-basi sejenak. Kuraih remote TV karena suaranya terlalu keras sehingga menggangu

Nina kakak iparku - 1

Hari ini begitu sibuknya bossku, yang berarti juga aku disibukkan dengan pekerjaanku. Setelah seharian mengetik dan duduk berjam-jam menghadapi komputer dengan ketikan begitu seabrek, dan mata yang sudah mulai meredup, karena layar monitor. Karena hal itulah aku jadi selalu lupa waktu, tidak terasa jam demi jam aku lalui, hari begitu cepatnya karena memang aku menikmati pekerjaanku.Sudah selama

Mbak Lastri kakak sepupuku - 1

Aku seorang laki-laki berumur 29 tahun dan sudah berkeluarga dengan satu anak. Saat ini aku tinggal di daerah pinggiran Jakarta dan berdekatan dengan kakak sepupu perempuanku.Kakak sepupu perempuanku itu namanya Lastri, aku biasa memanggilnya Mbak Lastri. Usainya sekitar 35 tahun dan sudah mempunyai 3 anak. Mbak Lastri mempunyai badan sedikit besar tapi enak dilihat, kulitnya hitam manis dengan

Mbak Lastri kakak sepupuku - 2

Kini Mbak Lastri yang aktif bergerak diatas tubuhku sedangkan aku hanya telentang meresapi kenikmatan. Bibir dan lidahnya menciumi dan menjilati terkadang digigi-gigitnya puting susuku, lalu turun ke bawah dan akhirnya kontolku ku dijadikan mainan. Mbak Lastri mengocok kemaluanku dengan cara memasuk dan mengeluarkan oleh mulutnya, lidahnya mengulas-ulas kepala kontolku. Biji pelirkupun tak luput

Mbak Lala istri sepupuku

Bekerja sebagai auditor di perusahaan swasta memang sangat melelahkan. Tenaga, pikiran, semuanya terkuras. Apalagi kalau ada masalah keuangan yang rumit dan harus segera diselesaikan. Mau tidak mau, aku harus mencurahkan perhatian ekstra. Akibat dari tekanan pekerjaan yang demikian itu membuatku akrab dengan gemerlapnya dunia malam terutama jika weekend. Biasanya bareng teman sekantor aku

Mbak Iin kakak iparku - 2

Perlahan ketegangannya mulai mengendur, pelan-pelan kutarik keluar batang kemaluanku, lalu pelan-pelan pula kumasukkan lagi, begitu seterusnya sehingga dia sudah dapat menyesuaikan iramanya, semakin lama semakin cepat kocokan batang keperkasaanku di dalam liang senggamanya, hingga semua masuk ke dalam, terasa menyentuh sesuatu di dalam, tetapi enak."Ooosshh.. ss.., yaa.. terus.. terus.. Hend..!"

Mbak Iin kakak iparku - 1

Sudah lama aku mengagumi Mbak Iin (biasa dipanggil Mbak In), kakak dari Nana istriku, orangnya tidak terlalu tinggi sekitar 160 cm tingginya, dengan wajah cantik alami, kuning langsat dan yang membuatku terpesona adalah buah dadanya yang begitu padat (belakangan baru aku ketahui kalau ternyata ukurannya 38C), ditambah dengan body-nya yang sintal menambah kesan seksi.Dibandingkan dengan istriku

Lasmi dan sang mertua - 2

Inipun jelas terbaca dari mimik muka Lasmi, malah tidak sungkan-sungkan mengutarakannya ketika dipancing Pak Suryo yang karena cukup berpengalaman jelas bisa membaca gelagat Lasmi."Gimana rasanya.. sakit nggak?""Nggak.. enak malah Pak, geli sampe ke dalem-dalem sini." jawabnya sambil mengusap-usap perut atasnya."Apanya yang enak?""Ngg.. kontoll Bapak.." jawab Lasmi genit-genit senang.Mendengar