Pada akhir tahun - 2
Jantungku berdetak semakin kencang saat kurasakan penis Pak Edy menyapu bibir vaginaku, seharusnya aku menjerit marah tapi tanpa bisa kutahan lagi justru kubuka kakiku lebar-lebar, entah mengapa, malahan aku ingin membuka mataku melihat ekspresi kemenangan darinya yang telah berhasil menikmati tubuhku, tapi tetap saja terasa berat, kelopak mataku seakan lengket, aku menahan napas saat